ILMU SOSIAL DASAR
PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN USIA PRODUKTIF
Nama : Nabila Tetrania Putri
Kelas : 1ID02
NPM : 34419578
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberi nikmat iman dan nikmat islam. Dan tak lupa shalawat serta salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “Pertumbuhan penduduk dan usia produktif” yang sebagaimana membahas tentang apa saja faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, dan juga membahas tentang hal apa saja yang dapat dilakukan oleh usia produktif pada lingkungan ini. Penulisan tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
Tugas ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang hal apa saja yang menjadi faktor pertumbuhan penduduk dan kegiatan yang di lakukan pada usia produktif.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar meningkatkan mutu dalam penyajian berikutnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan / pertambahan penduduk saat ini semakin meningkat, dan itu menjadi isu yang sangat popular dan mencemaskan bagi negara-negara di dunia. Di Indonesia hal ini menjadi masalah besar dibandingkan negara lain, pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik sosial maupun ekonomi, terutama peningkatan mutu kehidupan atau kualitas penduduk dalam sumber daya manusia yang dibarengi besarnya jumlah penduduk yang tidak terkontrol. Semuanya terkait penyediaan anggaran dan fasilitas kesehatan, pendidikan serta ketersediaan pangan. Fenomena tersebut menjadi perhatian Indonesia sebagai salah satu negara terbanyak keempat didunia setelah negara Cina, India dan Amerika Serikat.
Pada pendataan penduduk oleh Kementrian Dalam Negeri, jumlah penduduk di Indonesia pada bulan desember tahun 2010 berdasarkan hasil sensus adalah sebanyak 237.641.326 orang, yang terdiri dari 119.630.913 laki-laki dan 118.010.413 perempuan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 4,5 juta jiwa setiap tahunnya (www.bps.go.id). Kondisi ini menjadi masalah besar bagi Indonesia berbeda dengan Cina yang memiliki jumlah penduduk terbanyak pertama di dunia. Akan tetapi Cina mampu mengatasi dan menekan jumlah penduduk. Masyarakat Cina sudah mempunyai pemikiran bahwa peningkatan kualitas anak dan keluarga adalah segala-galanya dan berupaya menjalankan program tersebut secara baik. Ia menilai, keseriusan pemerintah Cina dalam memajukan program KB sangat terlihat jelas dengan dibangunnya sejumlah sarana dan teknologi yang mendukung, di samping tak henti-hentinya melakukan kampanye. Pemerintah Cina untuk membuat kampanye dan kebijakan, yaitu “Satu keluarga satu anak ”(one family one child) (www.antaranews.com).
Di Indonesia juga ada program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu Program Keluarga Berencana yang dilaksanakan sejak tahun 1970 sukses berjalan. dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia No.8 Tahun 1970, maka dibentuklah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional yang disingkat BKKBN. Program keluarga Berencana salah satunya pencegahan masalah kependudukan, yang merupakan bagian yang terpadu untuk mencapai program pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, sosial dan budaya. Keluraga berencana pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan usia perkawinan,pengaturan kelahiran dan pembinaan ketahanan keluarga yang akan memberikan kontribusi meningkatnya kesejahteraan keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja faktor faktor yang mempengaruhi jumlah pertambahan penduduk di Indonesia?
2. Hal atau kegiatan apa yang dapat dilakukan oleh usia produktif pada lingkungan masyarakat atau bangsa?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pada pembahasan yang pertama, saya akan membahas tentang faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah pertambahan penduduk di Indonesia, sebagai berikut :
1. Kelahiran (Fertilitas)
Faktor yang pertama adalah kelahiran, Karna kelahiran adalah faktor terbesar dalam pertumbuhan penduduk. Dan ada pula faktor yang mempengaruhi terjadinya kelahiran tersebut, antara lain :
a. Kawin atau menikah di usia muda, karna banyak usia produktif yang ingin cepat memiliki keturunan dan memiliki keluarga. Padahal kawin atau menikah bukan perihal cepat atau tidaknya, melainkan kesiapan. dan ada juga pula, yang beranggapan bahwa, menikah lebih cepat, lebih baik.
b. Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
c. Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
d. Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
e. Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
f. Kurangnya sosialisasi atau pengetahuan tentang KB.
2. Kematian (Mortalitas)
Kebalikan dari kelahiran, maka disitu ada perihal kematian yang menyebabkan mengurangnya jumlah penduduk karna berbagai faktor, biasanya faktor yang mempengaruhi angka kematian adalah, kurang memadainya unit Rumah Sakit ataupun unit kesehatan lainnya, keterbatasan ekonomi yang menyebabkan banyak keluarga yang tidak bia berobat karna biaya rumah sakit yang terlalu mahal, terjadinya wabah penyakit, terjadinya kecelakaan, dan juga kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
Ada pula beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu :
a. Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
> Rendah, jika angka kematian 9 – 13
> Sedang, jika angka kematian 14 – 18
> Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18
b. Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Spesific Death Rate = ASDR)
Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka in tinggi, sedangkan pada kelompok muda jauh lebih rendah.
c. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut :
> Rendah, jika IMR antara 15-35
> Sedang, jika IMR antara 36-75
> Tinggi, jika IMR antara 76-125
3. Perpindahan (Migrasi)
Perpindahan penduduk yang biasa disebut migrasi adalah terjadinya proses perpindahan penduduk dari suatu tempat atau wilayah, ke tempat lain. dan ada pula faktor dari migrasi itu sendiri, yaitu :
1. Karna keinginan individu itu sendiri, entah karna ingin pindah ketempat yang selama ini ia impikan, atau ke tempat yang dekat dengan akses yang mudah untuk berpergian, ataupun alasan lainnya
2. Tuntutan pekerjaan, biasanya pegawai sudah berkonsekuensi untuk ditempatkan dimana saja, seperti di desa pelosok ataupun di tempat lainnya, demi tuntutan sebuah pekerjaan.
3. Keadaan geografis tempat asal ataupun tempat tujuan.
dan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi perpindahan.
2.2 Pada pembahasan yang kedua, saya akan membahas hal hal apa saja yang dapat dilakukan oleh usia produktif untuk ingkungan
1. Untuk Lingkungan
menurut saya, hal yang dapat dilakukan oleh usia produktif untuk lingkungan adalah :
- aktif dalam kegiatan organisasi lingkungan rumah, misalnya karang taruna atau yang lainnya, agar mendapat pengalaman berorganisasi dengan banyak kalangan muda mudi yang mungkin memiliki hobi atau pemikiran yang sama. menambah wawasan tentang lingkungan sekitar dan dapat lebih mengenal dekat bagaimana organisasi dilingkungan rumah
- menjadi bagian aktif dalam lingkungan, misalnya menjadi pengurus masjid, membantu kepengurusan rukun tetangga atau rukun warga
- membuat kepanitiaan, dan mengadakan acara yang bermanfaat untuk lingkungan RT maupun RW
2. Untuk Masyarakat
menurut saya, hal yang dapat dilakukan oleh usia produktif untuk masyarakat adalah :
- mengajukan diri sebagai volunteer untuk kegiatan masyarakat yang dapat bermanfaat besar.
- mengikuti organisasi yang lebih besar dengan cakupan masyarakat yang lebih luas
3. Untuk Bangsa
menurut saya, hal yang dapat dilakukan oleh usia produktif untuk Bangsa adalah :
- menjadi masyarakat usia produktif yang aktif, aktif dalam artian tidak apatis tentang permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan sekitar dan bangsa ini
- membuka lapangan pekerjaan baru, seperti usaha kecil kecilan, agar banyak penduduk yang tidak menganggur dan membuat bangsa ini memiliki angka produktivitas yang meningkat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi, pada pembahasan tentang pertumbuhan usia produktif yang bisa saya rangkum adalah ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian dan perpindahan atau migrasi. dan untuk hal apa yang bisa dilakukan oleh usia produktif untuk lingkungan itu sangat penting, karna pada usia produktif tersebut, kita masih mampu menjadi seseorang individu yang aktif, mengikuti banyak kegiatan yang positif dan juga masih dapat terus berkontribusi untuk masyarakat lingkungan dan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar