ILMU SOSIAL DASAR
PERMASALAHAN SOSIAL
KESEHATAN MENTAL YANG MASIH TABU DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
KESEHATAN MENTAL YANG MASIH TABU DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Nama : Nabila Tetrania Putri
Kelas : 1ID02
NPM : 34419578
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberi nikmat iman dan nikmat islam. Dan tak lupa shalawat serta salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “Permasalahan sosisl” yang sebagaimana membahas tentang permasalahan apa yang sering terjadi di lingkungan masyarakat sosial yang terjadi karna beberapa aspek ,mengapa masalahan itu bisa terjadi, dan bagaimana kita sebagai mahkluk sosial menganggapi ataupun mengatasi masalah tersebut. Penulisan tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
Tugas ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang masalah apa yang sering terjadi di lingkungan masyarakat sosial dan bagaimana cara kita menghadapi dan mengatasi masalah tersebut.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar meningkatkan mutu dalam penyajian berikutnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan mental yang sering disepelekan orang banyak pada masa ini, membuat indonesia bahkan negara lain pun darurat dalam hal kesehatan mental. yang bisa saya kutip dari beberapa video yang saya lihat di internet, di indonesia sangat darurat atas hal ini, dikarenakan banyak sekali kalangan anak muda yang ngelamani gangguan kesehatan mental, tetapi kita tidak memiliki tenaga profesional yang cukup. jika di bandingkan antara kejadian dan tenaga ahli, mungkin bisa menjadi 5 : 1. karna masih kurang banyaknya tenaga profesional seperti psikiater dan psikolog yang memahami hal tentang kesehatan mental.
Kesehatan mental di indonesia sering di anggap remeh oleh orang yang kurang mengerti. Banyak sekali yang beranggapan bahwa orang yang mengalami hal tersebut adalah orang yang aneh, dianggap lebay, kurang dekat dengan keluarga ataupun kurang berpegang teguh pada agama. Padahal, kesehatan mental bisa dialami siapapun, dan dikalangan apapun.
Dan disini juga, ketika kita mengalami sesuatu yang mengganggu aktivitas kita, dan membuat kita tidak merasa nyaman, sebaiknya kita segera mengkonsultasikan atau menanyakan hal apa yang terjadi pada diri kita, dan menceritakan hal apa saja yang terjadi.
Setiap individu dapat mengalami gangguan mental. Apabila kesehatan mentalnya terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikirnya menurun, hingga tindakannya dapat mengarah pada perilaku yang buruk.Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan data prevalensi gangguan mental pada usia 15 tahun ke atas mencapai 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 14 juta orang. Kemudian gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk atau sekitar 400.000 orang.
1.2 Rumusan Masalah
1. Seberapa pentingkah kesehatan mental pada masyarakat saat ini?
2. hal apa sajakah yang bsa mempengaruhi kesehatan mental?
3. bagaimana cara healing atau membuat kesehatan mental tetap terjaga?
4. apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat untuk menghadapi kesehatan mental yang terjadi di masyarakat?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pentingnya kesehatan mental pada masyarakat
Disini saya akan menjelaskan betapa pentingnya kesehatan mental pada masyarakat. banyak orang yang masih menganggap remeh tentang kesehatan mental yang sebenarnya bisa sangat membahayakan diri orang tersebut dan bahkan bisa membahayakan orang lain jika sudah dalam keadaan yang terlalu jauh. banyak yang berpikir bahwa orang yang mengalami gangguan kesehatan mental itu adalah orang yang lemah, lebay, tidak perpegang teguh pada agama dan masih banyak cap lain yang dibuat oleh banyak masyarakat.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan data prevalensi gangguan mental pada usia 15 tahun ke atas mencapai 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 14 juta orang. Kemudian gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Selain itu, survei yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa setiap detik terdapat satu orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Bahkan, bunuh diri menjadi penyebab kematian terbesar kedua pada usia 15-29 tahun.
Di Indonesia, permasalahan kesehatan mental ini masih terganjal dengan stigma. Masyarakat masih menganggap negatif tentang persoalan ini. Bahkan, banyak di antaranya yang justru tidak peduli dengan mental illness atau mental health. Akibatnya, banyak penderita yang takut dan memilih untuk tidak menceritakan gangguan mental yang dialaminya.Penting sekali untuk dipahami bahwa bukan hanya kesehatan fisik saja yang penting, tapi juga kesehatan mental. Seseorang yang sehat secara mental dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, dan membangun hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan mood, kemampuan berpikir, dan kontrol emosional yang pada akhirnya menyebabkan perilaku buruk.
Kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intellegence menyampaikan, “Orang yang berpandangan cerah, tentu saja lebih mampu bertahan menghadapi keadaan sulit, termasuk kesulitan medis.” (Goleman, 1996).
2.2 Hal hal yang dapat menyebabkan atau memicu terjadinya gangguan kesehatan mental
Berdasarkan beberapa sumber, pemicu terjadinya gangguan kesehatan mental dapat disebabkan oleh beberapa faktor. antara lain adalah faktor psikologis, yaitu :
- Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
- Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil.
- Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
- Perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan.
- Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.
Dan menurut saya sendiri, dari beberapa faktor diatas, ada juga faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, yaitu :
- Kejamnya sosial media di zaman sekarang, dengan banyaknya pandangan di sosial media, menyebabkan seseorang merasa bahwa pendapatnya tidak diterima oleh orang lain.
- Bullying, banyak juga orang yang membully orang tanpa tau kenyataannya seperti apa, dengan adanya hal ini, bisa memicu perasaan insecure pada seseorang yang berujung pada kesehatan mental mereka
- Banyak terjadinya keluarga atau orang tua yang suka membanding bandingkan anaknya, yang mematahkan cita cita ataupun hal yang disukai anak
2.3 Bagaimana cara menjaga kesehatan mental kita dan bagaimana cara mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami seseorang
Yang pertama, bagaimana caranya untuk menjaga kesehatan mental, yang kalian perlu lakukan adalah :
1. Afirmasi/Visualisasi
2. Pergi Keluar
3. Olahraga
4. Meditasi
5. Senyum
6. Menyapa Orang
7. Jujur
8. Bersenang-senang
Untuk yang kedua, bagaimanakah cara mengatasi masalah kesehatan mental yang terjadi pada seseorang, yaitu :
1. Terima dan pahami kesehatan mental kamu
Banyak orang yang merasa tidak menerima kenyataan bahwa mereka berada di bawah bayang-bayang gangguan mental karena masalah sosial. Oleh karena itu langkah pertama untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan menerima fakta ini tanpa rasa takut dan memahami penyebabnya. Ini membantu dalam menemukan solusi terbaik untuk masalah kesehatan mental dan menyelesaikannya sebelum terlambat.
2. Alihkan pikiran ke hal yang positif atau baik untukmu dan sekitarmu
Depresi sering membuat seseorang kesepian dan memutuskan hubungan mereka dari dunia. Mengalihkan pikiran ke hal-hal yang disukai seperti menonton film, mendengarkan lagu, bermain game favorit atau melakukan hobi baru adalah cara terbaik untuk mengelola masalah kesehatan mental. Ini membantu menjaga pikiran kamu sibuk dan menyalurkan stres di tempat lain.
3. Luapkan perasaan ke orang terdekat
Cara terbaik untuk menyingkirkan masalah kesehatan mental adalah dengan mencurahkan isi hati. Mengekspresikan dan membagikan emosi kamu kepada sahabat dan keluarga membantu melepaskan stres dan menenangkan pikiran. Semakin kamu berinteraksi dan berbagi masalah dengan orang lain, semakin kamu bisa menyingkirkan perasaan yang telah menyiksa.
4. Atur pola tidur
Banyak orang menjadi begitu sibuk dengan masalah-masalah dalam kehidupan dan pekerjaan, sehingga mereka lupa tidur. Penurunan jam tidur dapat menyebabkan suasana hati yang buruk, kurang konsentrasi dan masalah kesehatan lainnya. Tidur nyenyak setidaknya 7 jam untuk menjaga kesehatan mental.
2.4 Hal apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat untuk menghadapi kesehatan mental yang terjadi di masyarakat?
Terkadang, salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh orang yang mengalami gangguan mental adalah didengar. Sayangnya, tidak semua orang mampu memahami dan menghargai mereka. Padahal, ketika mereka dihargai dan didengar, pikiran dan perasaan mereka akan lebih mudah membaik.
2. Jangan ikuti halusinasinya
Orang dengan gangguan mental sering kali mengalami halusinasi –mereka seolah melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Mungkin, Anda akan bingung harus bersikap bagaimana. Atau justru, Anda akan ikut serta dalam halusinasi mereka hanya untuk membuat mereka merasa “nyaman”. Padahal, Anda lebih baik tidak ikut dalam halusinasi mereka –jangan sampai Anda berpura-pura bahwa Anda juga mengalami hal yang mereka halusinasikan.
3. Jangan berbohong
Anda mungkin pernah berasumsi bahwa seseorang yang memiliki ganguan mental bukanlah orang yang cerdas. Padahal, penyakit gangguan mental tidak ada hubungannya dengan tinkat kecerdasan seseorang. Jangan pernah berbohong kepada mereka, karena hal tersebut justru akan membuat mereka tidak akan percaya Anda.
4. Pahami keadaan mereka
Paranoia adalah gangguan mental yang membuat seseorang yang mengalaminya akan merasa bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Oleh karena itu, biasanya, orang dengan paranoia akan sering merasa takut dan menjaga jarak dengan lingkungan sekitar. Pahami keadaan mereka, dan janganlah menjauh dari mereka. Bagaimanapun keadaan mereka, mereka tetap membutuhkan kehadiran Anda.
5. Perhatikan ucapan Anda
Ketika berhadapan dengan seseorang yang mengalami gangguan mental, mungkin Anda akan merasa bingung tentang bagaimana cara merespon setiap ucapan dan perbuatan mereka. Apapun yang mereka katakan dan lakukan, usahakan untuk Anda tidak diam karena diam bukanlah pilihan terbaik untuk memperlakukan mereka.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada pembahasan tentang mental health atau kesehatan mental ini, banyak hal yang saya dapatkan, mulai dari betapa pentingnya kesehatan mental untuk diri kita dan orang lain, dan saya merasa bahwa betapa pentingnya juga perkataan atau perbuatan kita kepada orang lain. kadang banyak hal yang menurut kita sepele, tetapi itu bisa menjadi boomerang untuk orang yang memiliki perasaan yang mudah rapuh, karna terjadi gangguan pada kesehatan mental. dan hal ini dapat terjadi pada siapapun, tidak memandang bulu, mau ia adalah seorang ulama, selebritis atau pun yang lainnya. mental health sangat amat penting, dan kita tidak bisa meremehkan hal tersebut. kita harus sering menyadarkan betapa pentingnya kesehatan mental pada masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar